kacamatapecah

August Rush

Juli 2, 2009 · Béré Pairan

August Rush adalah sebuah film musikal yang mengisahkan tentang Evan Taylor -yang nantinnya berubah nama menjadi August Rush- seorang anak yang tinggal di sebuah panti asuhan. Ia memiliki bakat yang luar biasa unik dan hebat di bidang musik. Ia bisa mendengarkan musik dari hembusan angin, gemericik air, dan semua hal yang berada di sekelilingnya. Ia pun percaya bahwa musik dapat menuntunnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Maka, petualangan Augut Rush pun dimulai.

August yang kabur dari panti asuhannya tersesat di kota. Ia pun bertemu dengan seorang pengamen cilik. Karena August tidak tahu harus kemana, ia akhirnya ikut tinggal bersama pengamen cilik. Di tempat tinggal para pengamen, August bertemu Wizard, pengamen senior yang memberinya nama August. Karena suatu hal, August kabur ke sebuah gereja dan tinggal disana. Pastor J yang menyadari bakat musik August, mengirim August untuk belajar di sekolah musik yang terkenal.

Cerita dari film ini mudah untuk dipahami. Film ini berhasil membuat saya meneteskan air mata haru. Saya dibuat terpukau oleh musik-musik yang dibawakan dalam film August Rush. Filmnya bagus, bagus banget malah. Namun terdapat kekurangan dalam film ini. Diantaranya yang paling terasa oleh saya adalah akting Freddie Highmore yang berperan sebagai August. Aktingya ketika menjadi kondakter terkesan biasa saja dan kurang terasa, kurang memiliki wibawa, kurang wah.

→ Leave a CommentKatagori Film

Spirited Away

Juli 2, 2009 · Béré Pairan

Chihiro dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju rumah baru mereka di pinggiran sebuah kota kecil. Karena ingin cepat sampai, ayahnya memutuskan untuk mengambil jalan pintas melewati jalan sempit dan terjal di hutan. Setelah melewati jalanan terjal, mobil akhirnya berhenti di mulut sebuah terowongan kecil. Karena mobil tidak bisa masuk, akhirnya orang tua Chihiro memutuskan untuk masuk ke terowongan dengan berjalan kaki. Chihiro yang awalnya tidak mau masuk, terpaksa harus ikut orang tuanya karena ia takut dengan patung misterius yang ada di depan mulut terowongan.

Keluar dari terowongan, Chihiro dan orang tuanya disuguhi pemandangan padang rumput yang indah serta bangunan-bangunan tua. Mereka berpendapat bahwa itu adalah sebuah tempat rekreasi yang tidak terawat. Rasa penasaran membuat mereka pergi menjelajahi tempat itu. Setelah melewati sungai yang hampir kering, mereka menemukan sebuah kota kecil yang penuh dengan restoran dan kafe. Di salah satu toko tersedia berbagai macam makanan yang mengundang selera, tetapi anehnya tidak ada satu orang pun yang menjaga restoran tersebut.

Ayah dan Ibu Chihiro yang merasa lapar dan tergoda pun memakan makanan tersebut.Chihiro yang takut dan penasaran pergi menjelajahi kota dan sampailah ia di depan sebuah bangunan termegah di kota itu. Ketika ia menyebrangi jembatan menuju rumah itu, ia bertemu seorang pria berpakaian kuil (ga tau apa namanya) bernama Haku. Pemuda itu menyuruh Chihiro pergi dari tempat itu karena malam sudah tiba. Chihiro yang ketakutan karena orang tuanya berubah menjadi babi yang gemuk berusaha lari dari kota yang kini berubah dan dipenuhi oleh roh-roh yang bergentayangan. Namun ia tidak bisa pergi karena sungai yang tadinya kering telah berubah menjadi sebuah sungai yang besar penuh air.

Haku kemudian membawa Chihiro ke bangunan megah tadi untuk meminta pekerjaan agar Chihiro bisa bertahan hidup di sana. Chihiro pun akhirnya bekerja di sana yang merupakan hotel dan pemandian -resort- bagi para dewa dan roh-roh di Jepang. Maslah demi masalah pun dihadapi Chihiro dan Haku. Chihiro yang mencintai Haku, pergi ke tempat Zeniba, saudara kembar Yubaba yang merupakan penyihir sekaligus pemilik “resort” itu. Chihiro pergi untuk menyelamatkan Haku yang hampir meninggal.Apakah Chihiro bisa kembali ke dunianya? Bagaimana nasib Haku? bagaimana nasib kedua orang tua Chihiro? Tonton saja sendiri :D hehehe

Satu lagi maha karya dari Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli, Spirited Away. Spirited Away menurut saya lebih seru daripada Howl’s Moving Castle yang sudah saya tonton sebelumnya. Ceritanya lebih seru dan kompleks. Hayao Miyazaki berhasil membawa kita ke dunia imajinasi yang sangat liar dan unik. Kualitas cerita, gambar, dan sountracknya bagus sekali. Sama seperti Howl’s Moving Castle, saya juga tergila-gila dengan soundtracknya. Wah, memang film-film produksi Studio Ghibli benar-benar keren sekali!

→ Leave a CommentKatagori Film

Howl’s Moving Castle

Juli 2, 2009 · Béré Pairan

Howl’s Moving Castle menceritakan mengenai Sophie, seorang gadis muda yang bekerja di sebuah toko topi. Suatu hari, Sophie pergi ke kota untuk menemui seseorang -entahlah itu siapa, kalau tidak salah sih kakaknya-. Di tengah jalan ia digoda oleh beberapa orang prajurit cunihin, namun Sophie dapat terbebas dari grepe-grepe para prajurit cunihin atas bantuan Howl -penyihir muda yang baik, tampan, dan berbakat-. Howl pun mengantarkan Sophie ke sebuah bar tempat kakanya bekerja. Karena ia bersama Howl, maka dalam perjalanan ia dan Howl dihadang oleh pasukan bayangan yang aneh -yang belakangan diketahui bahwa mereka adalah anak buah dari Seorang Penyihir Wanita yang Jahat-.

Sophie yang sudah kembali ke toko topinya, terkejut karna kedatangan tamu di saat toko topinya sudah tutup. Ternyata eh ternyata, si tamu adalah Penyihir Jahat yang merupakan musuh dari Howl. Sophie pun terkena kutukan yang membuatnya berubah menjadi wanita tua yang renta. Sophie yang ketakutan menganggap dirinya sudah tidak bisa lagi tinggal di toko topi itu. Maka Sophie pun pergi.

Perjalanan Sophie dimulai. Ditengah jalan menuju gunung, ia betemu dengan orang-orangan sawah alias bebegig (scarecrow). Si bebegig yang merasa berhutang budi pada Sophie, membawa nenek yang tua renta tersebut ke Kastil Bergerak milik Howl. FYI, kastilnya itu bergerak dengan kaki. Bukan roda ataupun sayap seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Di dalam kastil -yang menurut saya lebih mirip rumah- Sophie bertemu dengan Calciver yang merupakan “setan” api yang menggerakan kastil itu, serta Michael seorang penyihir kecil murid Howl. Sophie pun tinggal di kastil dan mengerjakan apapun yang bisa dia kerjakan, dari mulai memasak, bersih-bersih, belanja, dan mengatur semua kebutuhan rumah tangga. Karena ia tinggal bersama Howl, lama-kelamaan ia mulai jatuh cinta pada sang penyihir muda tersebut. Sophie pun terlibat dalam pertempuran antara Howl dan Mantan Gurunya, Madam Suliman.

Bagaimanakah petualangan Sophie selanjutnya? Bagaimana nasib cintanya dengan Howl? Nonton saja sendiri :p

Howl’s Moving Castle adalah salah satu maha karya Hayao Miyazaki bersama Studio Ghibli. Film-film Ghibli merupakan film anime yang cukup berkualitas baik itu dari segi cerita, kualitas gambar, dan soundtracknya. Saya pun sampai tergila-gila dengan sountrack film Howl’s Moving Castle. Overall, filmnya Sangat Bagus! Namun sayang, karena yang saya beli adalah DVD bajakan, maka ada beberapa chapter yang rusak dan tidak bisa saya tonton. Tapi hal tersebut tidak terlalu mengganggu keseluruhan cerita.

→ Leave a CommentKatagori Film · Seni

Orang Iseng, Tolong Berhenti Bercanda!

Méi 23, 2009 · 1 Pairan

Belakangan ini saya sering mendapat SMS dari nomor yang tidak saya kenal. Dari cara SMSnya, sepertinya dia mengenal saya tapi saya tidak tahu dia siapa soalnya setiap saya tanya dia siapa, dia malah jawab “ada deh” atau “ga bakal kasih tau” atau berusaha mengalihkan pembicaraan atau tidak membalas SMS. Mau ga kesel gimana coba? Sudah beberapa kali -bahkan sampai belasan kali- saya tanya “ini siapa ya?” dan dia malah merespon dengan tindakan yang sudah saya tuliskan sebelumnya. Kesel tau ga sih! Bikin naik darah, marah deh.

Siapa yang ga bakal kesel kalau ngalamin hal yang sama dengan saya. “Diteror” oleh orang yang mengenal kita tapi kita sendiri tidak tahu siapa pemilik nomor itu. Wajar lah kalau saya nanyain siapa dia dan marah karena dia terkesan bercanda -bercanda yang amat sangat berlebihan- serta tidak serius dalam menjawab SMS. Pernah beberapa kali saya telfon nomor itu, dan terdengar suara wanita dari ujung sana. Tapi siapa?

→ 1 PairanKatagori Coretan Gejeh · Curhatan

Sia-sia

Méi 23, 2009 · Béré Pairan

Hari ini saya bolos tes renang. Males pisan, tempat renangnya jauh, tambah lagi itu tempat renang umum jadinya bakalan rame pisan. Ya sudah lah saya mandi agak siangan, sekitar pukul 7 lebih saya baru mandi. Males keluar kostan sebenernya, soalnya si empunya kosan lagi ada hajatan ngawinin anaknya. Rumah dan halaman kostan disulap menjadi tempat akad nikah dan berbagai prosesi lainnya macem siraman, midodareni, dan sebagainya. Jadi disana banyak sekali tamu-tamu, sanak keluarga, dan orang-orang yang berseliweran. Saya males harus lewat kerumunan orang seperti ini. Untung saja resepsi pernikahan tidak dilangsungkan disana. Kalau iya, mati deh ga bisa keluar kostan.

Kemarin si yang punya hajat ngadain acara siraman. Syndrom males keluar kostan sudah dimulai sejak kemarin. Lalu malemnya ada acara midodareni atau apalah itu namanya. Acara makan-makan disertai hiburan. Dan parahnya, salah satu dari sekian banyak speaker ditempatkan didepan kamar saya. Jadi, mau ga bisa tidur gimana. Berjam-jam saya harus menahan kantuk, lagu dan musik yang keluar dari speaker membuat suara lain termasuk suara saya tidak terlalu kedengaran. Saya pun iseng nyanyi-nyanyi dengan suara keras dan setengah berteriak di kamar saya daripada ga ada gawe.

Habis mandi saya langsung packing. Hari ini saya mau pulang ke Garut. Beres packing tas, saya langsung pergi ke sekolah sebelum para tamu datang memenuhi hajatan si empunya kostan. Selamatlah saya dari ancaman tidak bisa keluar kostan.

Anyway, selamat untuk anaknya yang punya kostan kalimantan 8 yang hari ini akan melangsungkan pernikahan dengan sang pujaan hati. Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah serta langgeng sampai maut memisahkan kalian.

Lanjutkan. Karena ga ada gawe di sekolah -yang lain pada ikut tes renang- akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke warnet di deket BIP. Di jalan saya bertemu Hari yang juga bolos tes renang, ya udah la ya. Saya nyampe di warnet, sepi. Saya ambil paket 3 jam, niatnya mau download banyak mp3, aplikasi buat handphone, dan sebagainya. Tapi apa gerangan yang terjadi. Flashdisk yang saya pinjem ga bisa kebaca di komputer. Jadi ga bisa download-download-annya. Sia-sia saya beli paket internetan 3 jam.

→ Leave a CommentKatagori Curhatan · Keseharian

Skenario Kehidupan

Méi 17, 2009 · 4 Pairan

Sebentar lagi saya akan menjadi anak kelas 3 SMA. Ga kerasa waktu bergulir dengan sangat cepat. Berarti saya harus sudah punya bayangan, kedepannya saya mau gimana. Oke, saya mau sedikit curcol. Halah, apalah itu curcol? Tau lah bahasa gaul anak SMA3, kalau ga salah mah artinya curhat tapi berlebihan. Bener ga sih? Tau lah.

Kelas tiga nanti saya akan berusaha untuk lebih lebih lebih lebih lebih dan lebih serius dalam belajar. Ga boleh main-main, nyesel tau ga gara-gara di kelas dua ini saya kurang serius belajarnya. Pokoknya kelas tiga nanti ga boleh kebanyakan main. Belajar adalah prioritas utama. Target nilai raport di kelas tiga semua pelajaran minimal nilai 85. Kegedean sih, tapi semoga bisa terkejar. Amin. Kenapa harus 85? Nanti saya jelaskan.

Nah, ini dia yang masih jadi permasalahan. Kuliah. Saya sudah menyusun sebuah skenario masa depan saya. Pertama, saya ikut SIMAK UI (tapi takut eum, takut ga punya duitnya. Bayangin, SIMAK Kedokteran UI gelombang pertama bayarnya seratus jutaan!). Pilih Fakultas Kedokteran dan Hubungan Internasional. Kalau FK UI ga keterima, berarti pilihan jatuh ke HI UI. Nah, kalau HI UI juga ga keterima, saya coba SNMPTN dengan pilihan yang sama. Kalau SNMPTN tidak membuahkan hasil yang saya inginkan, saya akan berjuang mengikuti tes untuk beasiswa Monbukagakusho. Nilai minimal 82 adalah salah-satu syarat bagi para pelamar beasiswa. Jadi itulah sebabnya saya berusaha agar nilai saya minimal 85. Nah, kalau diterima, saya juga akan mengambil kuliah jurusan kedokteran. Pokoknya saya bertekad untuk menjadi seorang dokter.

Oke, tujuan pertama saya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hey, Eca! Mari kita berjuang! kalau kita bener-bener keterima disana, berarti kita bakal bertemu terus selama kurang lebih 6 tahun. Ahahaha, amin Ya Allah!

Masa Depan Saya, Amin! :D

Masa Depan Saya, Amin! :D

→ 4 PairanKatagori Curhatan · Sekolah

Hey!

Méi 12, 2009 · Béré Pairan

Suatu sore menjelang malam atau biasa disebut petang, saya duduk-duduk ga ada kerjaan di depan rangka bersama beberapa orang adik kelas. Saat itu hanya ada saya, Nikita, Gema, Karina, Yuni dan Agita. Sekonyong-konyong datanglah sesosok wanita berkulit putih dan bermata sipit. Ya, itulah Oktawyana alias Nana alias Ahong.

Banyak yang memanggil Nana dengan sebutan Ahong. Ahong, Acong, Koko, Enci, dan sejenisnya biasanya dipakai untuk memangil orang yang bermata sipit atau keturunan Cina, Jepang, atau Korea. Bukannya rasis atau apa, memang hal ini sudah menjadi suatu kebiasaan di masyarakat.

Saya : “Eh, ada ahong.”
Nikita : “Ahong-ahong, akang sendiri sendirinya juga ahong ah.”

Hah? Saya berpikir sejenak, kenapa saya dibilang ahong juga? Ini bukan pertama kalinya saya dibilang ahong. Beberapa teman kost saya (atau mungkin semua) bilang saya ini keturunan Jepang, mata saya sipit dan mukanya juga tipe-tipe orang Jepang. Saya pun melihat ke cermin. Hmm.. mata saya biasa aja ah, ga sipit.

Obrolan dengan nikita dan kawan-kawan berlanjut.

Saya : “Saya ahong apanya? Saya kan orang sunda asli.”
Nikita : “Itu matanya sipit.”
Saya : “Hah? Mata saya ga sipit ah. Nih.” (sambil buka kacamata)
Nikita : “Ya kalo akang yang liat mah serasa normal, tapi orang lain yang liat pasti dibilang sipit.”

Dan ketika saya bertanya kepada yang lainnya, semuanya menjawab : Ya, saya ahong.

OMG! Hey hey, anda semua! Tolong perhatikan baik-baik, saya bukan ahong. Saya orang sunda asli. Setahu saya, leluhur saya tidak ada yang ahong. Tapi, sebentar. Adik saya sipit, kulitnya putih pula. Loh? Jadi saya ini sebenarnya ahong atau bukan ya?

→ Leave a CommentKatagori Bersama Teman · Coretan Gejeh · Keseharian

Facebook

Méi 12, 2009 · Béré Pairan

Facebook kini menjadi primadona banyak orang. Dari mulai pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, karyawan, pengangguran, orang dewasa, bapak-bapak, ibu-ibu, artis, bahkan para pejabat, banyak yang tergila-gila dengan situs jejaring sosial yang digagas oleh Mark Zuckenberg ini. Termasuk saya sendiri. Saya juga tergila-gila dengan situs pertemanan yang satu ini. Hampir setiap hari kerjaannya nge-cek facebook.

Nah, masalahnya banyak orang yang tidak saya kenal meng-add fb saya. Saya bingung, mau diterima atau ditolak saja? Jadilah beberapa orang yang tidak memiliki mutual friend saya ignore. Ya, mungkin anda salah satu diantara beberapa orang yang saya ignore. Maaf.

Jadi, bagi anda semua yang hendak memasukkan saya ke dalam friend list anda di fb, dimohon dengan penuh rasa hormat untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu melalui message apabila anda rasa saya tidak mengenal anda. Siapa anda? Anda tinggal dimana? Sekolah/kuliah/kerja dimana? Dari mana anda mengenal saya?

Terima kasih atas perhatian anda semua. Mohon maaf bila terdapat kesalahan atau kesalahpahaman.

→ Leave a CommentKatagori Coretan Gejeh · Curhatan · Teknologi

Telkomsel Flash Mengecewakan

April 22, 2009 · 8 Pairan

Kalau saya nge-net biasanya saya pake hotspot, online di handphone, di warnet, atau pake modem. Nah, biasanya handphone saya suka dijadiin modem, pake Telkomsel Flash yang Time Based. Pertama kali pake sih bagus, lumayan cepet. Tapi setelah beberapa menit kemudian koneksinya suka tiba-tiba putus dan tidak secepat waktu pertama dipakai. Apalagi setelah saya memakainya untuk ke-sekian kali, setiap 3 menit pasti koneksinya putus. Jadilah saya harus ngulang browsing dari awal lagi. Padahal sinyal yang ditunjukkan PC Suite penuh, excellent dan very good reception.

Ugh, saya kecewa sama Telkomsel. Padahal beberapa teman saya yang sama-sama memakai Telkomsel Flash, malah asik-asik saja. Kata mereka sih cepet, koneksinya bagus. Tapi tidak dengan yang saya alami. Kok bisa beda gini ya?

→ 8 PairanKatagori Curhatan

Selamat Hari Kartini

April 21, 2009 · 1 Pairan

kartini

→ 1 PairanKatagori Budaya · Coretan Gejeh