Tentang Alay Lagi

Oktober 28, 2009 at 18:32 6 komentar

Heboh. Siswa SMA Negeri 3 Bandung dihebohkan dengan berita mengenai Ophi A Bubu yang dimuat di The Jakarta Post. Mungkin banyak yang belum mengenal Ophi, namun di sekolah saya nama Ophi tidak asing di telinga.

The Jakarta Post mengangkat berita mengenai fenomena alay di kalangan remaja. Menurut artikel yang dimuat di sana, kata alay dapat bermakna norak atau kampungan. Alay biasanya digunakan untuk mendeskripsikan dan atau mencela orang-orang yang berpakaian norak, musik yang mereka senangi (biasanya mereka menyukai Band beraliran musik pop-melayu seperti ST 12, Wali, atau Kangen Band), dan juga cara penulisan mereka yang mereka buat sedemikian rupa sehingga mereka pikir apa yang mereka tulis terdengar lebih lucu atau imut.

Nah, Ophi A Bubu menjadi sorotan dalam pembicaraan ini.

Ya, mari bersinggungan lagi dengan masalah alay. Jujur, saya akui kalau saya juga dulu pernah alay. Beruntung lingkungan sekolah saya kini dapat membuat saya kembali menjadi tidak alay lagi. Saya mengerti bagaimana perasaan Ophi bila membaca pemberitaan tersebut. Pasti sakit hati, dan mungkin nagis darah (lebay). Sekarang saya jadi lebih bersimpati terhadap Ophi. Bagaimanapun juga, Ophi itu hanya pelajar SMA biasa, sama seperti saya dan kalian. Bolehlah Ophi dan orang-orang yang memiliki ciri alay itu kita anggap aneh. Tapi jangan sampai kita mencela dan memojokkan mereka karena bukan mereka yang salah, tapi sifat alay itulah yang salah.

Melalui tulisan ini juga saya ingin meminta maaf kepada para pembaca bila dalam setiap tulisan saya terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati pembaca sekalian. Mohon maaf.

Entry filed under: Berita, Bersama Teman, Coretan Gejeh, Dunia. Tags: , , , , .

Sumpah Pemuda Quotes from Bride Wars

6 Komentar Add your own

  • 1. Andika  |  Oktober 29, 2009 pukul 12:57

    Selera musik itu personal matters ya, begitu juga dengan ekspresi diri. Saya TIDAK SUKA dengan Alay khususnya dalam hal TULISAN, untuk yang lain ya.. terserah. As I said, kayak selera musik, dll itu sih masalah pribadi (walaupun saya sangat tidak suka dengan ST12, Wali dan kawan2nya).

    Tetapi memang tidak proper u/ sampai melakukan tindakan yang memojokkan. Saya pun tidak suka dengan itu. Cuma memang saya terganggu, sangat terganggu. Solusi saya, ya remove saja teman2 seperti itu, teutama di FB atau jejaring sosial lain yang memang statusnya “irritating” sekali.

    Buat lo, ya sudah laaah.. Need to say sorry. At all. It’s ur right to express ur self.

    Balas
    • 2. Muhamad Husen Ali  |  Oktober 29, 2009 pukul 20:20

      ya, saya juga kurang suka dengan tulisan alay.
      susah untuk dimengerti

      Balas
  • 3. gadis  |  November 6, 2009 pukul 01:46

    wahh… thanksss banget niih..
    baru tau kalo ZIsT oPHi ni dari banyuwangiii…

    i’m going to make SKRIPSI tentang diaaa niihhh… fenomenologi..penelitian mendalam….hmmm…. anyone know how to ngubungiiin dia ??

    FB nya udah gak… twitternya jug udah gakk ada…. kasiiiiannnemanggg… kayaknya berpengaruh sama dampak psikologis dia karena dicerca2 gitu..hehehe….jadi pengen diteliti …. ini demi gelarrr sarjana sayaa…. jadi mohon dibantu jika ada yang tau info opiii…

    tolong yang tau di komen ya…
    tq…. ^^

    m4k4siCh Y4WcHHH… (harus terjun ke lapangan jadi harus bisa jugaaaa neeeeh… belajaaaaaaaar hahahaha)

    Balas
    • 4. Muhamad Husen Ali  |  November 6, 2009 pukul 19:55

      kalo ga salah, fb ophi masih sering di update

      Balas
    • 5. gila alay  |  Januari 11, 2010 pukul 08:18

      emang lo fakultas apa sih? skripsinya alay?
      nyesel gw ga kuliah di kampus lo dan di fakultas lo
      alay aja bisa dijadiin skripsi

      buweehh

      emng l Fakltas aP sh? skrPSi’Y aly?
      nyESL Gw G Kliah d kmpUS l dn d Faklts lo
      ly aj bs DiJdiin sKriPs

      bwhH

      Balas
  • 6. Kreshna Iceheart  |  Desember 2, 2009 pukul 13:50

    The word “alay” just caught my attention.

    Believe it or not, I actually got my fair share of being exposed to alays, especially since Jakarta is a very big city, with huge cultural and social class diversity.

    Here’s my observation so far:

    (1) Alays can be easily spotted by their trademarked costume: low-waist jeans, chains, flip-flops, and hooded sweatshirts.

    (2) Somehow, alays just loooove to wear hooded sweatshirt despite Jakarta is 83°F -hot.

    (3) Alays love to swear in public, for absolutely no apparent reason. Hey, I swear too, but I least I do have the reason.

    (4) When it goes to music, alays listen to the apparently same kind of local bands: Peterpan, ST 12, Kangen Band, Paddy, The Massive, Samson’s –the same kind of trashy music typically played at KFC.

    (4 a) While we’re at it (local bands, I mean), I don’t think alays listen to the likes of The Groove or Maliq & D’Essentials. Apparently, this kind of music is beyond them.

    (5) Etiquette and manners are simply beyond alays.

    (6) Alays usually ride underbone motorbikes. Carelessly, of course.

    Based on the observations above, I think alays are the Indonesian equivalent of chavs and townies.

    Chavs:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Chav

    Townies:
    http://www.urbandictionary.com/define.php?term=townies

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Bercuap-cuap di Twitter

Buku Favorit

Jepun Negerinya Hiroko - Nh Dini; Arigatou Nippon - Vivi Silfia C.; Summer in Seoul - Ilana Tan; Winter in Tokyo - Ilana Tan; Jinja no Miko - Alamanda Hindersah; Norwegian Wood - Haruki Murakami; Harry Potter 1-7 - J.K. Rowling; Twilight - Stephenie Meyer; New Moon - Stephenie Meyer; Eclipse - Stephenie Meyer; Breaking Dawn - Stephenie Meyer; Kite Runner - Khaleed Hosseini;

Lagu Favorit

K - Only Human (OST 1 Litre of Tears); Heart of Planet - Kokoro no Wakusei (OST Law of Ueki); Chrisye - Matahari (OST Badai Pasti Berlalu); Toshiro Masuda - Wind (OST Naruto); Anggun - Mimpi; Aditya Sofyan - Adelaide Sky; Do As Infinity - Fukaimori (OST Inuyasha); Sarasa Ifu - Curriculum (OST Moyashimon); Rie Fu - Live is Like a Boat (OST Bleach); Nidji - Laskar Pelangi (OST Laskar Pelangi); Sherina - Better Than Love; Phill Collins - I'm on My Way (OST Brother Bear); Phill Collins - Great Spirit (OST Brother Bear); Afgan - Sadis; Disney - A Whole New World; Celine Dion - Prayer;

Film Favorit

One Litre of Tears (Japan); Denias : Senandung di Atas Awan; Jewel in The Palace (Korean); Korosagi (Japan); Shabake (Japan); Laskar Pelangi Charlie and The Chocolate Factory; Twilight; Narnia : The Lion, The Witch, and The Wardrobe; Ayat-ayat Cinta; Wall-E; Doraemon; Brother Bear; Avatar, The Legend of Aang; Memoirs of A Geisha;

%d blogger menyukai ini: