Archive for Juli, 2009
Selamat Datang Adik Kecil :)
Well, sebenarnya ini berita lama sih. Tapi tak apalah.
Tahukah kalian? Saya 17 tahun dan memiliki adik baru. Bener-bener baru lahir loh. Jadi beda umur saya dengan adik saya yang kedua ini 17 tahun! Wow, besar sekali ya.
Hahaha, saya sangat senang dengan kehadiran adik kecil yang bermata sipit ini
1 comment Juli 30, 2009
Mirai e – Kiroro
Waktu itu pas say aliburan, saya nonton NHK karena di chanel-chanel dalam negeri ga ada acara yang rame. Waktu itu nonton J-Melo, macem MTV-nya jepang. Ceritanya si pembawa cara lagi keliling di sebuah kantor (kayaknya mah stasiun radio) nanyain lagu jepang yang paling disukai sama para penyiar asing. Nah, kebetulan salah satu yang di wawancara itu orang Indonesia, Yose namanya. Katanya dia suka banget lagu Mirai e yang dibawakan oleh Kiroro. Lalu, lagu Mirai e pun mengalun indah.
Ahh, sumpahnya saya langsung jatuh cinta sama lagu ini. Pas saya search lirik dan terjemahannya, ternyata lagu ini benar-benar sangat indah.
Hora ashimoto wo mitegoran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mitegoran
Are ga anata no mirai
Haha ga kureta takusan no yasashisa
Ai wo idaite ayume to kurikaeshita
Ano toki wa mada osanakute imi nado shiranai
Sonna watashi no te wo nigiri
Issho ni ayundekita
Yume wa itsumo sora takaku aru kara
Todokanakute kowai ne dakedo oitsuzukeru no
Jibun no SUTOORII dakara koso akirametakunai
Fuan ni naru to te wo nigiri
Issho ni ayundekita
sono yasashi wo toki ni wa iyagari
Hanareta haha e sunao ni narezu
Hora ashimoto wo mitegoran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mitegoran
Are ga anata no mirai
Mirai e mukatte yukkuri to aruite yukou
Itu tadi lirik dalam bahasa Jepang. Ini dia terjemahan dalam bahasa Inggris.
Look, do you see what’s at your feet?
This is the road you walk on
Look do you see what’s up ahead?
That is your future…
My mother showed me so much tenderness
Telling me again and again,to walk on with love
I was too young then to understand what she meant
But she still took my hand and walk together with me…
My dreams always seems so far away in the sky
I’m afraid i’ll never reach it, but i’ll keep chasing it
Since this is my story, i don’t want to give up
You held my hand when i was scared
and walked together with me
At times i hated that tenderness and let go,
not listening to my mom…
Look, do you see what’s at your feet?
This is the road you walk on
Look do you see what’s up ahead?
That is your future…
At times i hated that tenderness and let go,
not listening to my mom…
Look, do you see what’s at your feet?
This is the road you walk on
Look do you see what’s up ahead?
That is your future…
Look, do you see what’s at your feet?
This is the road you walk on
Look do you see what’s up ahead?
That is your future…
Turn to the future and let’s walk there one step at a time
Terima kasih kepada Dennis yang telah bersedia mengunduh lagu ini untuk saya
6 comments Juli 30, 2009
Obrolan Orang Alay
Tadi sore saya baru pulang dari Garut. Dari Terminal Cicaheum ke kosan saya naik angkot Kalapa Aceh. Saya langsung naik angkot yang ada. Dan di pojokan ada 3 orang penumpang, 2 pria dan 1 wanita. Oke, kita sebut saja P1, P2, dan W. P1 duduk paling pojok, disampingnya ada si W yang kayaknya pacarnya si P1, lalu sampingnya lagi ada P2. P1 dan W terlihat mesra, bagaiman tidak mereka bercengkrama peluk-pelukan sambil mainin hp di dalam angkot terus ngobrolnya pake sayang-sayangan. Di jalan, karena mungkin si P2 merasa kamcong, P2 mulai menjahili si W. Begitulah sepanjang jalan. Dan ketika lewat di Jalan Pahlawan, tiba-tiba si P2 mengalihkan pembicaraan. Kira-kira begini obrolannya : (note : bahasanya saya ubah kedalam bahasa yang lebih mudah dimengerti)
P2 : eh, kita ke GRIYA yuk!
P1 : hah, mau ngapain?
W : mau ngapain ke GRIYA malem-malem kayak gini?
P2 : kita naik lift, naik, turun, naik, turun lagi. di GRIYA ada lift kan?
P1 : gak ah, takut jatuh.
???
OMG! Dalam hati saya puas ketawa terbahak-bahak. Dan kelihatannya si Ibu-ibu di depan saya juga nahan ketawa. Hahahahaha.
3 comments Juli 26, 2009
Berburu Dokter
Hah, sudah lama tak update blog -dan kayaknya bakal jarang update dikarenakan saya sudah kelas 3 SMA jadi sibuk belajar-. Nah, tulisan kali ini bukan tentang perjuangan saya untuk bisa kuliah di fakultas kedokteran, tapi perjuangan saya untuk pergi ke dokter yang sebenarnya agak gejeh sih. Tapi daripada ga diupdate-update, mending nulis aja
Nah, pulang sekolah tadi saya ngajak Bimo buat nemenin saya ke dokter kulit yang kata ibu dan kakak saya cukup bagus -kayaknya emang beneran bagus deh- di daeran Alun-alun tepatnya Jalan Cibadak. Namanya dr Rosmia Rowawi kalau gak salah. Karena saya penasaran, akhirnya saya blog-walking nyari tulisan tentang dokter itu sambil nunggu si Bimo shalat. Saya pun menemukan sebuah tulisan yang memuat mengenai dokter-dokter langganan si blogger, salah satunya dr Rosmia. Katanya emang bagus dan disanya disebutin pendaftaran dimulai pukul 3 sore dan bisa pake telepon. Tapi untuk yang pake telepon, dapet nomor urut 40 keatas soalnya dari 1-39 khusus buat yang dateng langsung. NAh, saya pun memutuskan dateng langsung biar kebagian nomor yang awal.
Jengjeng, kita pun naik angkot dan turun di Jalan Asia-Afrika dan jalan kaki sampe Jalan Cibadak. Tidak sulit mencari tempat praktek dokter ini, cukup cari Apotek Mini. Saya dan Bimo pun masuk dan langsung menuju resepsionis. Dan ternyata daftar pasien hari ini sudah penuh karena pendaftaran itu melalui telepon dari jam 9 pagi. Saya pun minta untuk daftar buat besok. Sialnya lagi, besok dokter libur. OMG, dan sialnya lagi hari Kamis saya ada les. Yah, jadilah berobatnya ditunda sampai hari Jumat.
JAdi bagi anda yang hendak pergi ke dokter Rosmia, jangan lupa daftar via telepon dari jam 9 pagi.
Oia, ngomong-ngomong soal dokter langganan, saya pumua dokter langganan sejak kecil. Jadi tiap saya sakit pasti ke dokter ini. Dokter yang hebat! Tiap berobat pasti tokcer -walaupun sebenarnya kesembuhan itu datangnya dari Tuhan-. Namanya dr. J. Hartanto tempat prakteknya di Jalan Anggrek.
Add comment Juli 21, 2009
August Rush
August Rush adalah sebuah film musikal yang mengisahkan tentang Evan Taylor -yang nantinnya berubah nama menjadi August Rush- seorang anak yang tinggal di sebuah panti asuhan. Ia memiliki bakat yang luar biasa unik dan hebat di bidang musik. Ia bisa mendengarkan musik dari hembusan angin, gemericik air, dan semua hal yang berada di sekelilingnya. Ia pun percaya bahwa musik dapat menuntunnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Maka, petualangan Augut Rush pun dimulai.
August yang kabur dari panti asuhannya tersesat di kota. Ia pun bertemu dengan seorang pengamen cilik. Karena August tidak tahu harus kemana, ia akhirnya ikut tinggal bersama pengamen cilik. Di tempat tinggal para pengamen, August bertemu Wizard, pengamen senior yang memberinya nama August. Karena suatu hal, August kabur ke sebuah gereja dan tinggal disana. Pastor J yang menyadari bakat musik August, mengirim August untuk belajar di sekolah musik yang terkenal.
Cerita dari film ini mudah untuk dipahami. Film ini berhasil membuat saya meneteskan air mata haru. Saya dibuat terpukau oleh musik-musik yang dibawakan dalam film August Rush. Filmnya bagus, bagus banget malah. Namun terdapat kekurangan dalam film ini. Diantaranya yang paling terasa oleh saya adalah akting Freddie Highmore yang berperan sebagai August. Aktingya ketika menjadi kondakter terkesan biasa saja dan kurang terasa, kurang memiliki wibawa, kurang wah.
6 comments Juli 2, 2009
